sering aku menitikkan air mata. terkadang karena melihat mereka yang jauh lebih di bawah kita kondisinya. dan lebih sering pula kita meninggikan dagu karena merasa lebih dibandingkan mereka. sebenarnya kita harus sadar darimana kita berasal. dalam kondisi bagaimana kita terlahir di dunia ini. namun kita telah melupakannya. kita hanya melihat kondisi yang sedang berjalan dengan kehidupan kita tanpa memutar mundur bahwasanya dahulu kita sama-sama dilahirkan dalam keadaan telanjang. tanpa ada yang membawa emas, perak, dan perhiasan yang menandakan bahwa kita semua sama.
aku merasa bahwa dirikulah yang paling rendah tingkatannya, ya karena selama ini aku hanya memandang dari segi finansial saja. aku lupa bahwa pada dasarnya setiap kita memiliki kelebihan yang telah seimbang dengan kekurangan kita. kenapa demikian? ya karena kita hanya merasa bahwa kekurangan yang kita rasakan terlalu besar dalam mengarungi kehidupan kita tanpa pernah melihat kelebihan yang kita miliki.
hal ini terjadi karena kita belum memiliki prinsip dan kepercayaan diri bahwa kita semua telah diciptakan sempurna dengan kelebihan masing-masing. kita masih merasa takut bahwa kekurangan kita terlihat oleh lingkungan kita. sehingga inilah yang menjadi batu penghalang terbesar yang akan menghalangi kesuksesan kita. yang pada hakekatnya batu tersebut hanyalah batu kecil.
setiap permasalahan pasti memiliki kadar bebannya masing-masing, dan yang menjadi tugas kita adalah bagaimana kita mencari sudut pandang yang akan mengecilkan permasalahan tersebut. lagi-lagi disini kita terlalu takut kekurangan yang kita miliki terlihat oleh lingkungan. pasti banyak pertanyaan untuk menyelesaikan masalah tersebut seperti terkadang, nanti jikalau saya melakukan ini orang-orang pada menertawakan saya dan mengatakan saya bodoh, gak berpendidikan. atau bla bla bla la dan masih banyak pertanyaan yang akan membawa kita semakin larut dan tenggelam dalam masalah tersebut. apa salahnya kita mencoba, ya kan?
cobalah keluar dari masalah tersebut dengan menyelesaikan dan mencari solusi agar tidak terjadi lagi. jangan keluar dari masalah yang ada dan meninggalkan masalah tersebut. ini akan memperburuk keadaan dimana akan muncul masalah baru dan masalah yang lama belum juga selesai.
berbagai cara yang dimiliki dan telah pernah dilakukan oleh setiap orang untuk menyelesaikan masalah yang ada. yang pada intinya bagaimana kita keluar dari masalah dan menyelesaikanya. yang pertama adalah hadapi masalah jangan hindari. kemudian lakukan langkah yang dirasa tepat msesuai dengan masalah. lakukan hanya dengan melakukannya saja tanpa harus takut dikomentari oleh orang lain. cukup percaya diri saja bahwa cara yang kita lakukan adalah cara terbaik untuk masalah yang kita hadapi. kenapa haru berfikir begini teman-teman? ya, karena masalah yang ada adalah masalah kita sendiri, dan kita yang lebih mengetahui bagaimana keadaan masalah kita.
aku melakukan apa saja yang membuat ku senang dengan kegiatan tersebut. intinya tidak membuat orang lain tersinggung. ya easy going ja bro. ku ceritan cara untuk mengalahkan kondisi pahitnya kehidupan. apakah teman-teman pernah merasakan gimana rasanya garam kan, ya so pasti asin la. pasti setiap orang mengatakan begitu. bagaimana supaya dengan garam satu bungkus jika kita campur dengan air dengan kapasitas wadah yang besar dan wadah yang kecil. jika dengan wadah kecil kita akan merasakan asin yang tiada tara. namun jika dengan wadah yang besar kita akan mampu menetralkan rasa asin dari garam tersebut.
makna dari kisah garam tersebut adalah menganalogikan bagaimana kita menyikapi permasalahan hidup yang kita miliki. semakin besar wadah yang kita gunakan maka air garam yang akan terbentuk akan semakin menetralkan asinnya garam. maksudnya disini adalah wadah adalah analogi hati, pikiran yang mengendalikan kita dalam menghadapi permasalahan. semakin lapang hati dan pikiran kita maka akan semakin leluasa kita merasa bermain-main dengan masalah dan kita merasa bahwa permalasahan yang ada akan terasa semakin kecil dan semakin mudahla kita menyelesaikannya.
ada satu analogi lagi yaitu, anggap saja bahwa di dalam ruangan terdapat satu lilin. jika lilin yang kita gunakan adalah lilin yang kecil, maka jangkauan penerangannya hanya lingkup yang kecil. begitu juga jika menggunakan lilin yang besar maka akan semakin luaslah jangkauan penerangan yang akan kita peroleh.
pada intinya dengan analogi apapun, kita harus memiliki sumber motivasi tersendiri yang lahir dari dalam diri kita. karena motivasi seperti generator penggerak tubuh yang akan menentukan seberapa kuat tenaga yang akan dilahirkan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
dan terakhir adalah ingatlah tujuan kita dan orang-orang yang kita sayangi yang telah menunggu kita di rumah. sekian cerita untuk masalah hari ini. luapkan ceritamu juga. :)
aku merasa bahwa dirikulah yang paling rendah tingkatannya, ya karena selama ini aku hanya memandang dari segi finansial saja. aku lupa bahwa pada dasarnya setiap kita memiliki kelebihan yang telah seimbang dengan kekurangan kita. kenapa demikian? ya karena kita hanya merasa bahwa kekurangan yang kita rasakan terlalu besar dalam mengarungi kehidupan kita tanpa pernah melihat kelebihan yang kita miliki.
hal ini terjadi karena kita belum memiliki prinsip dan kepercayaan diri bahwa kita semua telah diciptakan sempurna dengan kelebihan masing-masing. kita masih merasa takut bahwa kekurangan kita terlihat oleh lingkungan kita. sehingga inilah yang menjadi batu penghalang terbesar yang akan menghalangi kesuksesan kita. yang pada hakekatnya batu tersebut hanyalah batu kecil.
setiap permasalahan pasti memiliki kadar bebannya masing-masing, dan yang menjadi tugas kita adalah bagaimana kita mencari sudut pandang yang akan mengecilkan permasalahan tersebut. lagi-lagi disini kita terlalu takut kekurangan yang kita miliki terlihat oleh lingkungan. pasti banyak pertanyaan untuk menyelesaikan masalah tersebut seperti terkadang, nanti jikalau saya melakukan ini orang-orang pada menertawakan saya dan mengatakan saya bodoh, gak berpendidikan. atau bla bla bla la dan masih banyak pertanyaan yang akan membawa kita semakin larut dan tenggelam dalam masalah tersebut. apa salahnya kita mencoba, ya kan?
cobalah keluar dari masalah tersebut dengan menyelesaikan dan mencari solusi agar tidak terjadi lagi. jangan keluar dari masalah yang ada dan meninggalkan masalah tersebut. ini akan memperburuk keadaan dimana akan muncul masalah baru dan masalah yang lama belum juga selesai.
berbagai cara yang dimiliki dan telah pernah dilakukan oleh setiap orang untuk menyelesaikan masalah yang ada. yang pada intinya bagaimana kita keluar dari masalah dan menyelesaikanya. yang pertama adalah hadapi masalah jangan hindari. kemudian lakukan langkah yang dirasa tepat msesuai dengan masalah. lakukan hanya dengan melakukannya saja tanpa harus takut dikomentari oleh orang lain. cukup percaya diri saja bahwa cara yang kita lakukan adalah cara terbaik untuk masalah yang kita hadapi. kenapa haru berfikir begini teman-teman? ya, karena masalah yang ada adalah masalah kita sendiri, dan kita yang lebih mengetahui bagaimana keadaan masalah kita.
aku melakukan apa saja yang membuat ku senang dengan kegiatan tersebut. intinya tidak membuat orang lain tersinggung. ya easy going ja bro. ku ceritan cara untuk mengalahkan kondisi pahitnya kehidupan. apakah teman-teman pernah merasakan gimana rasanya garam kan, ya so pasti asin la. pasti setiap orang mengatakan begitu. bagaimana supaya dengan garam satu bungkus jika kita campur dengan air dengan kapasitas wadah yang besar dan wadah yang kecil. jika dengan wadah kecil kita akan merasakan asin yang tiada tara. namun jika dengan wadah yang besar kita akan mampu menetralkan rasa asin dari garam tersebut.
makna dari kisah garam tersebut adalah menganalogikan bagaimana kita menyikapi permasalahan hidup yang kita miliki. semakin besar wadah yang kita gunakan maka air garam yang akan terbentuk akan semakin menetralkan asinnya garam. maksudnya disini adalah wadah adalah analogi hati, pikiran yang mengendalikan kita dalam menghadapi permasalahan. semakin lapang hati dan pikiran kita maka akan semakin leluasa kita merasa bermain-main dengan masalah dan kita merasa bahwa permalasahan yang ada akan terasa semakin kecil dan semakin mudahla kita menyelesaikannya.
ada satu analogi lagi yaitu, anggap saja bahwa di dalam ruangan terdapat satu lilin. jika lilin yang kita gunakan adalah lilin yang kecil, maka jangkauan penerangannya hanya lingkup yang kecil. begitu juga jika menggunakan lilin yang besar maka akan semakin luaslah jangkauan penerangan yang akan kita peroleh.
pada intinya dengan analogi apapun, kita harus memiliki sumber motivasi tersendiri yang lahir dari dalam diri kita. karena motivasi seperti generator penggerak tubuh yang akan menentukan seberapa kuat tenaga yang akan dilahirkan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
dan terakhir adalah ingatlah tujuan kita dan orang-orang yang kita sayangi yang telah menunggu kita di rumah. sekian cerita untuk masalah hari ini. luapkan ceritamu juga. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar